Selasa, 01 Oktober 2019

M A N W O N O G I R I


SELAYANG PANDANG

MADRASAH ALIYAH NEGERI WONOGIRI

( M A N  W O N O G I R I )

          Pembangunan nasional di bidang pendidikan merupakan bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia. Hal ini dalam rangka mewujudkan masyarakat yang damai, demokratis, berkeadilan, berdaya saing, maju dan sejahtera, yang didukung oleh manusia Indonesia yang sehat, mandiri, beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, cinta tanah air, berkesadaran hukum dan lingkungan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki etos kerja yang tinggi dan berdisiplin dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini sejalan dengan isi yang tertuang dalam Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta peraturan pemerintah sebagai pelaksananya. Tak ubahnya Madrasah Aliyah merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional dan salah satu bentuk satuan pendidikan tingkat menengah yang memiliki ciri khas dan karakteristik tersendiri.
           Madrasah Aliyah  adalah jenjang pendidikan menengah pada pendidikan formal di Indonesia, setara dengan Sekolah Menengah Atas, yang pengelolaannya dilakukan oleh Kementerian Agama. Pendidikan Madrasah Aliyah ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 10 sampai 12. Kurikulum Madrasah Aliyah sama dengan kurikulum Sekolah Menengah Atas hanya saja pada MA terdapat porsi lebih banyak mengenai pendidikan agama Islam. Selain mengajarkan mata pelajaran sebagaimana Sekolah Menengah Atas , juga ditambahi dengan pelajaran – pelajaran seperti : Qur’an Hadits, Aqidah Akhlaq, Fiqih, SKI dan Bahasa Arab.
            Madrasah Aliyah sebagaimana SMA, ada MA dan MA Kejuruan / MAK dan Madrasah Aliyah program ketrampilan. Di Indonesia, kepemilikan Madrasah Aliyah dipegang oleh swasta dan pemerintah (Madrasah Aliyah Negeri). Seperti Madrasah Aliyah Negeri Wonogiri yang saat ini telah mengalami perkembangan pesat ,ternyata mempunyai perjalanan panjang. Sejarah mencatat bahwa MAN Wonogiri mengalami tahapan tahapan perkembangan sejak berdiri pertama kali hingga sekarang sudah berusia 26 tahun.
          Sebagai sebuah lembaga pendidikan formal, MAN Wonogiri telah memiliki persyaratan secara yuridis diantaranya wilayah, gedung, tenaga pengajar, kepala , tata usaha, siswa, sarana prasarana, dan seperangkat kurikulum. Sebelum tahun 1994, MAN Wonogiri bernama MAN Surakarta Filial di Wonogiri. Artinya MAN Surakarta yang KBM nya berada di Wonogiri , dengan menempati di tiga lokasi dalam proses KBM nya. Yaitu untuk lokasi pertama di Wonokarto sekarang MIN Wonogiri, lokasi kedua di Kajen sekarang menjadi KUA Wonogiri dan lokasi yang ketiga di Kajen yang dulu  gedung MTsN Wonogiri belakang pabrik Air Mancur. Pada tanggal 19 Oktober 1993 MAN Surakarta Filial di Wonogiri berubah menjadi MAN Wonogiri yang bertempat di satu lokasi dengan alamat Jalan RM. Said Wonogiri, Tlogorejo, Singodutan, Selogiri, Wonogiri hingga sekarang.
Pada awal – awal tahun pertama MAN Wonogiri berdiri,  tentunya banyak yang harus dibenahi baik dalam bidang administrasi  dan sarana prasarana menuju sebuah lembaga pendidikan yang lebih prospektif. Sehingga ke depan MAN Wonogiri menjadi alternatif pertama dalam pelayanan pendidikan. Hal ini dilakukan tahap demi tahap mulai dari kepemimpinan Bapak  Drs. H. Djauhari Ma’muri, M. Ag sebagai Kepala MAN Wonogiri yang pertama (periode 1994 – 2002) .
            Kepemimpinan selanjutnya menekankan pada kuantitas dan kualitas Madrasah. Sebagaimana kita ketahui secara kuantitas jumlah siswa mengalami peningkatan juga dan  dalam sarana prasarana gedung semakin representatif. Hal inilah yang lebih ditekankan oleh Bapak M. Hariyadi Purwanto, M. Ag pada periode kepemimpinannya ( periode 2002 – 2010). Sedangkan secara kualitatif pada periode ini sudah mulai dirancang program – program baik secara akademis maupun non akademis menuju Madrasah yang berkualitas.
          Kualitas MAN Wonogiri dari waktu ke waktu makin teruji dan diakui oleh sebagian besar elemen masyarakat. Hal ini sejalan dengan perwujudan Visi yaitu tinggi akhlaq unggul dalam ilmu dan misi MAN Wonogiri  yaitu peningkatan penghayatan keagamaan dalam kehidupan  sehari – hari, peningkatan kuantitas dan kualitas siswa, meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, meningkatkan kualitas guru dan pegawai yang profesional, membangun dan mengusahakan gedung  asrama siswa siswi MAN Wonogiri, dan memfungsikan laboratorium Bahasa, laboratorium IPA, laboratorium komputer dan perpustakaan semaksimal mungkin. Visi dan misi yang sudah dirancang menjadi arah dan pedoman Bapak Drs. H. Nuri Hartono dalam memimpin MAN Wonogiri  berikutnya ( periode 2011 – 2017)  . Pada periode ini, berbagai prestasi baik akademis ataupun non akademis telah berhasil dicapai.  Penambahan komputer dalam jumlah besar sebagai jawaban dalam penyelenggaraan UNBK telah terwujud. Selain itu, penambahan lokal untuk proses belajara mengajar dan pengembangan gedung asrama boarding school juga menjadi branding dari program MAN Wonogiri.   Perjuangan dalam penjaringan dan perekrutan siswa melalui PPDB, juga sangat gencar dalam periode ini hingga MAN Wonogiri makin dipercaya serta eksis di tengah ketatnya persaigan/kompetisi di luar sana. Prestasi Ujian Nasional dan banyaknya siswa yang bisa menembus dan diterima di PTN makin menjadikan MAN Wonogiri benar – benar menjadi pilihan alternatif para orang tua yang akan menyekolahkan putra – putrinya di jenjang sekolah  menengah atas.
          Di hadapkan pada fenomena sekarang ini, terutama dalam perkembangan remaja dengan permasalahan yang kompleks, serta gencarnya perkembangan teknologi informasi, ketatnya persaingan hidup di luar sana maka . Madrasah mencari solusi terbaik  dari jalur akademik dan non akademik tetap dibangun dan dikembangkan secara seimbang, seiring,  sejalan. Rintisan dan program – program yang sudah dijalankan oleh para pemimpin sebelumnya, saat ini makin dilengkapi dan disempurnakan oleh Bapak Drs. Wiyana, M. Pd (periode 2017 – sekarang). Penguatan pendidikan karakter dan penegakan disiplin di semua lini dan civitas akademika menjadi titik tekan serta branding. Karena memang keduanya menjadi jawaban atas fenomena yang ada sekaligus menjadi kunci berkembang tidaknya sebuah lembaga. Dalam penerapan kedisiplinan, membutuhkan daya juang dan daya dukung yang tidak kecil. Tahap demi tahap , penyesuaian itu bisa dilakukan karena semua adalah proses. Lingkungan yang bersih, ruang baca perpustakaan , masjid dan ruang kelas yang nyaman serta tata kelola kantin serta parkir yang tertib makin menjadikan MAN Wonogiri  secara fisik mendapatkan pengakuan terbukti mendapatkan juara dalam lomba kebersihan lingkungan dan kantin antar instansi yang diadakan oleh pemerintah tingkat Kecamatan. Disamping itu, penguatan  karakter terus dilakukan melalui kagiatan ekstra kurikuler, program tahfidz dan kegiatan – kagiatan keagamaan yang lain.  MAN Wonogiri juga menjadi juara  1 tingkat Kabupaten dalam ajang lomba Tartil (ananda Istiqomah kelas XII IPA 3) dan Tilawah (ananda Qonita Salma  Safira kelas XI Agama) dan pada bulan Oktober nanti akan mewakili Kabupaten Wonogiri untuk mengikuti lomba di tingkat Propinsi. Selain itu, siswa MAN Wonogiri juga telah menyabet perak  (ananda Kristianto kelas XI IPA 2) dan perunggu  (ananda Adi  kelas XII Agama) dalam kejuaraan lomba pencak silat SMA/MA tingkat Nasional.  Pembenahan di berbagai sudut ruangan pun digalakkan sehingga MAN Wonogiri nampak semakin asri dan nyaman. Dalam bidang akademik, banyak juga siswa MAN Wonogiri dari program  IPA, IPS ataupun program Agama  telah berhasil menembus PTN baik melalui jalur SNMPTN, SBMPTN ataupun SPANPTKIN.
          Seiring bergantinya waktu, MAN Wonogiri terus berbenah diri dan menyempurnakan kekurangan – kekurangan yang ada.  Bersama para stakeholder (guru, kepala madrasah, siswa dan tata usaha) terus menjalin koordinasi tak terkecuali dengan pihak komite. Dari seluruh komponen yang ada saling bersinergi dalam mengelola dan mengembangkan MAN  Wonogiri . Tujuannya  supaya MAN Wonogiri menjadi sebuah lembaga pendidikan formal tingkat menengah atas  yang makin eksis ,  menjadi alternatif masyarakat, dan menghasilkan output lulusan yang bisa menembus PTN serta memiliki kecakapan hidup. Di samping itu , MAN Wonogiri makin bisa mewujudkan visi misinya, baik secara kuantitas ataupun kualias seiring bertambahnya usia yaitu sudah 26 tahun (19 oktober 1993 – 19 oktober 2019).
Hingga tidak berlebihan bila MAN Wonogiri di Milad ke 26 mempunyai slogan “ Bersama Seluruh Komponen Madrasah Mengoptimalkan Pendidikan Karakter dan  Penegakan Disiplin Menuju Madrasah Hebat Bermartabat ……”






BERIKUT  :
“Wajah MAN Wonogiri dalam Bingkai Sinergitas antara Kedisiplinan & Penguatan Pendidikan Karakter “
                                                            Halaman gedung selatan                                                        
 Halaman gedung utara
 Upacara Bendera setiap hari Senin sebagai wahana penegakan kedisiplinan
 Penyelenggaraan sholat istisqo’ 
 Penyelenggaraan sholat istisqo’ sebagai edukasi 
 Tasmi’ Al Qur’an Bil Ghoib 5 & 10 Juz peserta didik PK Tahfidz,
 Siap melahirkan generasi Qur’ani


Kegiatan ekstra  :
Sebagai sarana mengembangkan kompetensi non akademis  sekaligus menumbuhkan dan menguatan karakter peserta didik

 Team Bola Volly dan Futsal MAN Wonogiri , siap mewujudkan slogan “Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”



 Ekstra Pramuka Gudep 01.035/01.036 siap mencetak pandu - pnadu sejati


 Atraksi dari kelompok ekstra Pencak Silat, memaksimalkan kekuatan hati dan fikiran/fokus


 Sebagian team PMR yang bertugas saat Perpegak, sebgai wujud dari rasa peduli dan jiwa menolong



“Sisi lain” dari MAN Wonogiri ….

 Parkir an  yang tertib dan rapi

Kantin Madrasah yang siap memberi pelayanan konsumsi pada peserta didik saat  jam istirahat


-------------------------------------------------------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar